Pro Kontra Transfer Omer Toprak

Pada awal kedatangannya ke klub raksasa Jerman Borussia Dortmund, bek Turki Omer Toprak digadang-gadang bakal memainkan peran sentral di jantung pertahanan Die Schwarzgelben. Toprak yang datang dari kesebelasan tetangga Bayer Leverkusen pada 2017 dinilai sebagai salah satu bek terbaik Liga Jerman. Dortmund yang kala itu tengah mencari jendral lini pertahanan menilai Toprak sebagai sosok yang tepat dan tak segan membayar transfer sebesar 12 juta Euro.
Harga transfer sebesar itu sayangnya tak mampu ditunjukkan Toprak di lapangan. Deretan cedera dan inkonsistensi permainan membuatnya tak mampu memnuhi harapan fans untuk menjadi jenderal lini belakang. Di paruh kedua musim lalu, saat Dortmund kehilangan stabilitas pertahanan pun pelatih Lucien Favre tak melirik mantan bek timnas Turki itu. Favre lebih memilih memainkan gelandang Julian Weigl di jantung pertahanan ketimbang Toprak. Baca pos ini lebih lanjut

Selebrasi Gol di Old Trafford

Semua orang sepakat bahwa gol adalah statistik paling penting dalam sepak bola. Percuma memegang bola lama jika tidak bisa menceploskannya ke dalam gawang. Pelatih Bayern Muenchen Pep Guardiola yang identik dengan sepak bola penguasaan bola ala tiki-taka pun pernah berujar, “Saya muak dengan semua permainan passing itu, semua tentang tiki-taka. Terlalu banyak sampah dan tidak memiliki tujuan. Anda harus membuat passing dengan tujuan yang jelas, dan bertujuan untuk mencetak gol ke gawang lawan.”

Gol adalah penentu hasil akhir. Ia menentukan kesebelasan mana yang menang dan kesebelasan mana yang kalah. Tak heran jika lahirnya sebuah gol senantiasa dirayakan, tak hanya oleh pencetaknya. Terlebih jika gol itu membalikkan keadaan hasil akhir.

Sebagian mungkin masih ingat bagaimana Manchester United memastikan gelar Piala Champions musim 1998/1999. Tertinggal 0-1 dari raksasa Jerman Bayern Muenchen hingga jelang akhir pertandingan, trofi the big ear hampir dipastikan terbang ke Jerman. Namun dua pemain pengganti Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solksjaer mengubah papan skor menjadi 2-1 untuk keunggulan United. Dua pemain ini masing-masing mencetak satu gol dan membawa United berbalik unggul. Kemenangan Bayern yang tinggal menunggu waktu pun hilang seketika. Baca pos ini lebih lanjut

Win-Win Solution Draxler & Wolfsburg

Drama transfer gelandang Belgia Kevin de Bruyne selesai di saat-saat terakhir. Runner-up Bundesliga Wolfsburg tempat De Bruyne bekerja sebelumnya mengumumkan kepindahan gelandang kreatif itu ke raksasa Inggris Manchester City. Klub Asuhan Manuel Pellegrini itu dikabarkan harus mengeluarkan uang hingga 74 juta Euro untuk mendatangkan De Bruyne. Jumlah yang memecahkan rekor transfer Bundesliga.

KdB-espn

Kehilangan pemain terpenting mereka, Wolfsburg lantas bergerak cepat. Dengan dana 74 juta klub asuhan Dieter Hecking itu tak perlu merisaukan uang untuk mencari pengganti De Bruyne. Sejumlah bintang muda dikaitkan dengan klub perusahaan otomotif Volkswagen ini, mulai dari gelandang Anderlecht Dennis Praet hingga pencetak gol kemenangan Jerman di final Piala Dunia 2014 Mario Goetze. Baca pos ini lebih lanjut

Tantangan berat Leitner

Sempat digadang-gadang sebagai calon bintang masa depan Jerman kiprah gelandang serang Moritz Leitner semakin jauh dari mengkilap. Sempat bersinar bersama TSV 1860, nama Leitner kini kalah mentereng dibanding gelandang muda lain macam pemain Mainz Johannes Geis atau duo Schalke Max Meyer dan Julian Draxler.
Kepindahan Leitner ke Borussia Dortmund pada 2011 bisa dibilang menjadi awal meredupnya sinar Leitner. Di klub kuning hitam itu Leitner kesulitan menembus tim utama. Penampilan gemilang wonderkid Mario Goetze dan gelandang Jepang Shinji Kagawa membuatnya harus rela menghuni bangku cadangan.

leitner & goetze Baca pos ini lebih lanjut

Komentar Pertandingan: Mkhitaryan Yang Tak Biasa

Borussia Dortmund melanjutkan tren kemenangan mereka di 2015. Rival terbesar mereka Schalke 04 takluk dengan skor 0-3 dalam laga bertajuk Rivierderby Sabtu (28/2) lalu. Kemenangan ini menjadi kemengan keempat mereka di 2015 dan mendongkrak posisi Dortmund ke peringkat 10 klasemen sementara Bundesliga .

Tak hanya skor akhir yang menunjukkan keunggulan Dortmund, tim kuning hitam itu juga menunjukkan keunggulan dengan mendominasi permainan. Sebanyak 31 tembakan yang dilepaskan pemain-pemain Dortmund ke gawang Schalke hanya mampu dibalas tiga tembakan. Bisa dibilang, Schalke cukup beruntung hanya kebobolan tiga gol.

Statistik mencolok seperti ini memang familiar dengan permainan Dortmund musim ini. Mereka senantiasa mendominasi serangan dengan melepaskan banyak tembakan, namun hanya sedikit yang berbuah gol. Hingga pekan 23 Bundesliga Dortmund menjadi tim kedua terbanyak melakukan tembakan di Bundesliga, sementara produktifitas mereka hanya di urutan sembilan. Baca pos ini lebih lanjut