Pembuktian Status Legenda

Stadion BayArena, 24 Maret 2001. Tim Panzer Jerman bertanding melawan Albania di kualifikasi Piala Dunia 2002. Jerman unggul lebih dulu melalui tembakan jarak jauh Sebastian Deisler di menit ke 49. Albania menyamakan kedudukan 1-1 melalui Bledar Kolba. Hingga tiga menit menjelang pertandingan usai, sebuah umpan Marko Rehmer ke kotak penalti Albania. Kiper Foto Strakosha dan striker Carsten Jancker berebut bola, namun sama-sama gagal mndapatkannya. Bola justru meluncur ke area kosong, disambut dengan sundulan pemain pengganti bernomor punggung 18. Bola masuk gawang Albania dan skor berubah 2-1 untuk keunggulan Jerman yang bertahan hingga wasit mengakhiri pertandingan.

Sang penentu kemenangan, Miroslav Klose adalah pemain pengganti yang baru saja memainkan 15 menit pertamanya untuk timnas Jerman. Sebuah lompatan yang besar, mengingat Klose belum pernah bermain di level junior dan baru satu musim bermain di Divisi satu. Klose yang kelahiran Polandia sebetulnya berpeluang membela negara kelahirannya. Pelatih timnas Polandia kala itu, Jerzy Engel bahkan sempat membujuk Klose untuk membela Polandia. Namun Klose hanya menjawab, “Saya memegang paspor Jerman dan jika semuanya lancar saya berkesempatan membela Jerman”. Pilihan yang bijak, mengingat Jerman saat itu sedang minim penyerang.

Kini, sebelas tahun berlalu sejak debut internasional melawan Albania. Keputusan Klose untuk memilih Jerman dibanding Polandia terbukti tepat. Klose menjadi salah satu pemain terbesar dalam sepakbola Jerman. 116 Caps dan 63 gol adalah prestasi tersendiri. Catatan 116 caps hanya kalah dari Lothar Mathaeus dan 63 gol hanya kalah dari Gerd Mueller. Klose tak hanya mencatatkan diri di timnas Jerman. Di Piala Dunia catatan 14 gol di ajang Piala Dunia hanya kalah dari Ronaldo. Catatan tersebut menunjukkan bahwa Klose adalah salah satu pemain terbaik dimasanya. Namun diantara catatan impresif bersama timnas Jerman, Klose belum pernah sekalipun meraih medali juara di level internasional.

Medali juara Euro 2012 akan menjadi sebuah pembuktian bagi Klose. Pembuktian status sebagai legenda sejati. Berapapun jumlah caps dan gol bagi timnas Jerman, tidak akan lengkap tanpa gelar juara di kompetisi tertinggi. Gelar juaralah yang menjadikan seorang pemegang rekor menjadi legenda sejati. Di usianya yang sudah 34 tahun, Euro 2012 mungkin menjadi turnamen besar terakhirnya. Klose tentu tak ingin karirnya seperti Michael Ballack. Seorang pemain terbaik di masanya namun hanya mampu menjadi runner-up di kejuaraan terbesar. Mereka telah sama-sama meraih runner-up di Piala Dunia 2002 dan Euro 2008. Mereka juga sama-sama menjadi juara ketiga Piala Dunia 2006. Gelar juara bersama Jerman di level Internasional akan melengkapi catatan impresif Miroslav Klose. Bukan sekedar pemain besar, namun pemain legendaris.

*picture taken from: http://www.tz-online.de/sport/fc-bayern/geld-klose-salto-665412.html

Iklan

2 Responses to Pembuktian Status Legenda

  1. semoga klose bisa fit untuk menjadi bomber utama di Euro kali ini

    nice post…

    rasanya saya akan jadi pengunjung setia blog ini

    salam dari sesama pecinta bola 🙂

    http://www.depz.blogdetik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: