Tim Terbaik Euro 2012

Tim terbaik Euro 2012 pilihan mistargawang adalah…..


Gianliugi Buffon (Italia)
Meskipun Iker Casillas hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, tapi Gianluigi Buffon layak menjadi kiper utama di tim terbaik turnamen kali ini. Dibanding Casillas, Buffon lebih sibuk sebagai penjaga gawang. Casillas sangat diuntungkan dengan bermain di tim yang memiliki penguasaan bola superior yang mengakibatkan tim lawan sulit menyerang. Sepanjang turnamen Spanyol hanya menerima 50 tembakan, Italia dengan jumlah pertandingan yang sama menerima sampai 80 tembakan. Nilai tambah buat Buffon karena ia mampu bermain konsisten dengan susunan lini belakang yang berubah-ubah.

Jordi Alba (Spanyol)
Di lini belakang, Jordi Alba menjadi pemain pilihan mistargawang untuk posisi bek kiri di turnamen kali ini, menyisihkan Phillip Lahm dan Fabio Coentrao. Jordi Alba memenuhi ekspektasi mistargawang di tulisan ini. Pemain yang musim depan akan merumput bersama Barcelona ini menunjukkan konsistensi sepanjang turnamen. Di kubu Spanyol pemain ini paling banyak mencatat rata-rata jumlah dribble terbanyak kedua di Euro 2012 dengan 1.7 dribble tiap pertandingan, selisih 0.3 dari Andres Iniesta. Satu gol yang dicetak Jordi Alba di partai puncak menunjukkan bahwa pemain ini mampu bermain baik di pertandingan besar meskipun masih berusia muda.

Mats Hummels (Jerman)
Mats Hummels menjadi pemain pilihan di jantung pertahanan. Sempat dikritik karena sering gagal bermain maksimal di timnas Jerman, Hummels menjawab kritikan dengan penampilan luar biasa di atas lapangan. Penampilan konsisten pemain kelahiran Bergisch Gladbach ini berkontribusi bedar membawa Jerman lolos dari grup maut. Meskipun sempat mengecewakan pada babak pertama pertandingan melawan Italia, di Euro 2012 ini Hummels berhasil menunjukkan diri bahwa ia layak disebut sebagai bek tengah terbaik Eropa.

Sergio Ramos (Spanyol)
Menemani Hummels di jantung pertahanan ada Sergio Ramos. Absennya Charles Puyol sempat dikhawatirkan bakal melemahkan pertahanan Spanyol. Sergio Ramos yang biasa beroperasi sebagai bek kanan diplot menggantikan Charles Puyol di jantung pertahanan Spanyol. Penampilan konsisten Sergio Ramos di jantung pertahanan Spanyol menghapus kekhawatiran akan dampak absennya Puyol. Sempat kecolongan di pertandingan pertama, penampilan Ramos membaik di sisa kompetisi.

Joao Pereira (Portugal)
Posisi bek kanan akan ditempati Joao Pereira. Pereira menjadi salah atu kunci pertahanan Portugal di Euro 2012. Nama-nama besar seperti Lukas Podolski, Wesley Sneijder serta Arjen Robben tidak berkutik menghadapi mantan pemain Sporting Lisbon ini. Valencia sangat beruntung berhasil menyelesaikan transfer pemain ini sebelum Euro 2012. Terlambat sedikit saja bisa-bisa Valencia akan dipaksa bersaing dengan gelontoran dollat klub-klub elit Eropa.

Steven Gerard (Inggris)
Steven Gerrard menjadi satu-satunya pemain Inggris di tim ini. Sepanjang turnamen Gerard adalah pemain terbaik Inggris. Dalam permainan defensif Inggris di Euro 2012, Gerard menjadi pemain pertama yang membentuk pertahanan bersama Scott Parker. Ketika Inggris melakukan serangan balik, Gerard menjadi pemain pertama yang memulai serangan. Inggris masih bisa lolos dari babak penyisihan grup meskipun sejumlah pemain kunci bermain kurang maksimal, dan itu tercapai karena kegemilangan Gerard.

Andrea Pirlo (Italia)
Andrea Pirlo menjadi pilihan wajib di lini tengah. Bisa dibilang Euro 2012 ini adalah turnamennya Pirlo. Dalam setiap pertandingan Italia, Pirlo selalu tampil dominan di lini tengah. Pirlo adalah pembeda tim Italia di Euro 2012 dan Piala Dunia 2010. Di Piala Dunia 2010, absennya Pirlo di dua pertandingan awal menyebabkan Italia tersingkir di penyisihan grup. Kehadiran Pirlo menjadikan Italia seolah tak membutuhkan seorang Trequartista.

Sami Khedira (Jerman)
Penampilan yang dominan di lini tengah Jerman membuat Sami Khedira layak masuk tim pilihan Euro 2012. Kurang maksimalnya penampilan Bastian Schweinsteiger akibat cedera sebelum turnamen berhasil dikompensasi dengan baik oleh Khedira. Pemain Real Madrid ini mendominasi lini tengah Jerman, menunjukkan bahwa ia bukan sekedar gelandang pekerja keras. Satu gol saat melawan Yunani menunjukkan kemampuannya membaca situasi pertandingan.

Andres Iniesta (Spanyol)
Andres Iniesta adalah pilihan wajib di tim pilihan Euro 2012. Iniesta memang tidak mencetak gol, dan hanya menghasilkan satu assist selama turnamen berlangsung. Namun, gelar pemain terbaik turnamen menjadi pengakuan UEFA atas kontribusi pemain binaan La Masia ini. Gelar pemain terbaik Euro 2012 membuat peluang Iniesta meraih Ballon d’Or tahun ini semakin besar.

Cesc Fabregas (Spanyol)
Fernando Torres boleh saja jadi topskor, tapi pemain terbaik untuk peyerang tengah turnamen tahun ini adalah Cesc Fabregas. Minimnya kontribusi pemain bertipe striker klasik menjadi alasan pemilihan Cesc Fabregas di tim ini. PermainanĀ  menawan Fabregas sebagai ‘false 9’ memberikan variasi serangan bagi Spanyol. Permainan menawan Fabregas sebagai ‘false 9’ yang menghasilkan gelar juara Euro 2012 bagi Spanyol berpotensi mengundang trend formasi tanpa striker di klub-klub Eropa.

Alan Dzagoev (Rusia)
Alan Dzagoev menjadi satu-satunya pemain dalam tim pilihan ini yang tidak lolos putaran grup. Meskipun tidak lolos puratan grup Dzagoev menunjukkan diri sebagai salah satu Wonderkid terbaik Eropa. Tiga gol di putaran grup Euro 2012 menjadi buktinya. Rusia memang tersisih di putaran grup tapi bukan karena kontribusi Dzagoev yang minim.

Setuju …?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: