Siapa Layak Menggantikan Goetze?

Awal pekan lalu penggemar sepak bola dikejutkan dengan berita transfer menghebohkan. Mario Goetze yang disebut-sebut sebagai talenta terbaik Jerman resmi berpindah kostum untuk musim depan. Bayern Muenchen menggaet pemain Dortmund ini untuk musim depan dengan menebus klausul pembelian senilai 37 juta euro. Angka yang menjadikannya pemain termahal kedua dalam sejarah Bundesliga.

Kepergian Goetze jelas akan menyisakan lobang dalam skema permainan Borussia Dortmund. Goetze bersama Ilkay Guendogan adalah otak permainan Dortmund. Jelas Dortmund akan kehilangan pemain dengan peran vital dan bakat besar seperti dirinya.

Usai munculnya pengumuman resmi pihak klub terkait transfer Mario Goetze, sejumlah media memunculkan rumor pengganti pemain timnas Jerman ini. Dari nama lama seperti Shinji Kagawa hingga pemain klub rival Julian Draxler disebut-sebut sedang dalam proses perekrutan.

Lalu bagaimana prospek para pemain ini di Dortmund? Bagaimana pula kelayakan mereka menggantikan Goetze?
Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Menanti Arnesen Memetik Buah

Awal kedatangan Frank Arnesen ke Hamburg musim 2011/2012 diwarnai kontroversi. Sebagai orang yang diberi tugas mengembangkan akademi sepak bola Hamburg SV ia pernah gagal di Chelsea. Kebijakan transfernya pun menuai kritik. Ia melepas sejumlah pemain kunci Hamburg dan menggantinya dengan pemain muda dari tim reserve Chelsea.

Hal ini diperparah dengan penampilan klub berjuluk dinosaurus ini Bundesliga. Klub ini terseok-seok di papan bawah. Penampilan Jeffrey Bruma, Michael Mancienne dan Goekhan Toere yang dibawa Arnesen dari Chelsea jauh dari memuaskan. Pelatih Michael Oenning harus merelakan posisinya digantikan Thorsten Fink.

Arnesen-HSV-bench

courtesy: hamburg.theoffside.com

Kehadiran Thorsten Fink sedikit merubah peruntungan klub Jerman utara ini. Fink berhasil menyelamatkan Hamburg dari jurang degradasi. Baca pos ini lebih lanjut

Hilangnya Mentalitas Jerman

Selama puluhan tahun, tim Panzer Jerman identik dengan mental bertanding yang kuat. Kekuatan mental yang mengantarkan Der Panzer juara dunia di tahun 1954 mengalahkan the Mighty Magyars Hungaria yang disebut-sebut sebagai tim terkuat masa itu. Kekuatan mental bertanding ini telah mengantarkan Jerman menjadi tim spesialis turnamen, tim yang selalu ditakuti di setiap turnamen. Tiga gelar juara dunia dan tiga gelar juara Eropa menjadi bukti keperkasaan tim Panzer.

Stereotype Jerman sebagai tim dengan mental juara ini sangat kuat, meskipun kenyataan kini berbicara lain. Tim Jerman generasi ‘baru’ yang kita kenal sekarang seolah kehilangan mental bertanding kuat yang menjadikan para pendahulu mereka begitu ditakuti.  Generasi pemain timnas Jerman sekarang memang dianggap memiliki kemampuan teknik terbaik dalam beberapa dekade terakhir namun soal mental bertanding Mesut Oezil dkk masih harus membuktikan diri.

courtesy: thesun.co.uk

Baca pos ini lebih lanjut

Gladbach : Preview Musim 2012/2013

Bundesliga musim 2011/2012 ditandai dengan kemunculan Borussia Moenchengladbach sebagai kuda hitam. Peringkat empat Bundesliga adalah prestasi terbaik Die Borussen dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, dimana mereka lebih banyak menyelesaikan musim di papan bawah Bundesliga. Tak jarang sampai turun ke divisi dua.
Sang arsitek, Lucien Favre mungkin tak pernah membayangkan prestasi ini sebelumnya. Februari 2011 saat Favre mulai menduduki kursi pelatih, Die Borussen berada di dasar klasemen Bundesliga. Tak banyak yang berharap Favre dapat mengubah peruntungan di sisa kompetisi. Mengingat Favre adalah pelatih yang turut andil membawa Hertha Berlin turun ke divisi dua pada musim sebelumnya. Namun peruntungan Favre di Gladbach berbeda, Gladbach berhasil dibawanya lolos dari zona degradasi. Baca pos ini lebih lanjut

Eks Yugoslavia All Stars

Salah satu tim yang berkesan bagi saya selama Euro 2012 adalah Kroasia. Mereka mampu mengimbangi Italia dan hanya kalah dari Spanyol melalui gol berbau offside. Penyerang mereka, Mario Mandzukic mencetak tiga gol sepanjang turnamen. Menyamai perolehan topskor Fernando Torres.
Meskipun pada akhirnya Kroasia gagal lolos ke babak knock-out, prestasi mereka lebih baik dibanding negara-negara pecahan Yugoslavia lainnya yang hanya menjadi penonton di Euro 2012. Di Euro 2012 pun penampilan Kroasia tidak mengecewakan. Lalu bagaimana jika tim ini masih berujud Yugoslavia dengan gabungan bintang-bintang Serbia & Bosnia yang hanya menjadi penonton ? Bisa jadi mereka akan berbicara banyak di Euro 2012 lalu.
Sebuah diskusi via twitter dengan twelveyardbox membuat saya penasaran, bagaimana kira-kira wujud tim ‘Yugoslavia Unite’ ini ya ? Rasa penasaran ini saya coba petakan dalam susunan pemain. Formasi yang dipilih adalah formasi yang cukup populer sekarang, 4-2-3-1. Formasi ini ini dipilih karena bisa mengakomodasi banyaknya talenta di posisi gelandang serang.

Yugoslavia All Stars Baca pos ini lebih lanjut

Tim Terbaik Euro 2012

Tim terbaik Euro 2012 pilihan mistargawang adalah…..

Baca pos ini lebih lanjut

Mats Hummels, libero baru Jerman

Sepakbola Jerman pernah identik dengan libero. Seorang pemain belakang yang memiliki kemampuan membaca permainan lawan dan memulai serangan tim dari belakang. Franz Beckenbauer, Matthias Sammer dan Lothar Mathaeus adalah beberapa legenda yang pernah menjadi Libero Der Panzer. Penampilan gemilang sosok libero seringkali menjadi kunci keberhasilan Jerman. Franz Beckenbauer di tahun 70-an adalah contohnya. Di awal abad 21, posisi ini hilang bersamaan dengan meredupnya prestasi Der Panzer di kancah Internasional. Tidak ada lagi sosok pemain bertahan yang mampu menginspirasi serangan dan menjadi komandan di jantung pertahanan Der Panzer. Baca pos ini lebih lanjut