Refleksi Wilhelmshaven

Selang sepekan setelah menaklukkan sang rival Bayern Muenchen di ajang DFL Supercup, Borussia Dortmund kembali berlaga. Kali ini bertandang ke Wilhelmshaven, klub divisi empat. Jika melihat bagaimana Dortmund menghancurkan Bayern, banyak yang megira Dortmund akan melenggang dengan mudah di putaran pertama DFB Pokal. Kenyataannya, mereka harus menunggu hingga pertengahan babak kedua untuk membobol gawang tuan rumah.

Menghadai klub yang kelasnya jauh dibawah mereka, finalis Liga Champions ini tetap memainkan pemain-pemain terbaik mereka. Rekrutan baru Pierre Aubameyang diberi kesempatan menjalani debutnya bersama si kuning hitam. Di bawah mistar Klopp memilih memasang Mitch Langerak, kiper yang mengantar mereka menjadi kampiun DFB Pokal 2012.

courtesy: ruhrnachrichten.de

courtesy: ruhrnachrichten.de

Dengan mengusung pemain-pemain terbaik sudah sewajarnya Die Borussen menang mudah. Terlebih jika melihat perbedaan dengan sang lawan yang berlaga di divisi empat.

Namun sepak bola bukan kalkulasi matematis. Ada sebuah proses selama 90 menit yang akan menentukan hasil akhir pertandingan. Pun demikian yang terjadi akhir pekan lalu di Wilhelmshaven. Sebuah proses penentuan hasil pertandingan terjadi selama 90 menit.

Baca pos ini lebih lanjut